Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran, DR. Hasan Rouhani dalam acara buka puasa bersama dengan sejumlah aktivis al-Qur’an dan pembaca syair keutamaan Ahlul Bait asAhad (28/6) malam di kantor kepresidenan di Tehran mengatakan, “Aktivis Al-Qur’an, baik para qari, hafiz, pengajar dan seniman kaligrafi adalah orang-orang yang berjasa memperkenalkan Al-Qur’an dan mendekatkan masyarakat umum kepada kemuliaan dan keagungan Al-Qur’an.”
Menurut Rouhani, Al-Qur’an tidak hanya akan cukup dengan dibaca, dihafal dan dipahami saja, namun juga harus diamalkan. Ia berkata, “Al-Qur’an memberikan jalan hidayah dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kebanggaan kita rakyat Iran dengan kemenangan revolusi Islam dan berdirinya suatu sistem yang Islami di negeri ini sejak hari pertama sampai hari ini disebabkan pemerintah dan masyarakat tetap setia menjalankan pesan-pesan Al-Qur’an dan tanpa keraguan meyakini, tanpa mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan Ahlul Bait maka kebahagiaan yang hakiki tidak akan pernah dicapai.”
“Al-Qur’an diturunkan untuk semua umat manusia tidak hanya dikhususkan untuk kaum muslimin saja. Demikian pula diutusnya Nabi Muhammad Saw, kedatangannya untuk memberikan keselamatan kepada seluruh umat manusia dan menunjuki manusia pada jalan hidayah dan kebahagiaan.” tambahnya.
Namun menurut Hasan Rouhani, Al-Qur’an sebagai nikmat terbesar Allah Swt oleh sebagian manusia justru disalahgunakan. “Kezaliman terbesar adalah ketika seseorang mengatasnamakan kebenaran dan mengatasnamakan Al-Qur’an, namun melakukan kejahatan dan pengkhianatan. Diawal revolusi, sebagian aktivis muda mengatasnamakan kesucian Al-Qur’an untuk membenarkan tindakan-tindakan mereka yang berupaya menyelewengkan arah perjalanan revolusi. Dan hari ini pun, upaya-upaya seperti itu masih terus mereka upayakan dengan bentuk konspirasi yang lebih canggih.” Ungkapnya mengingatkan.
Dalam statemennya selanjutnya , Rouhani menyinggung serangan teroris terhadap jamaah Shalat Jumat di Masjid Imam Jafar Shadiq as di Kuwait pada Jumat lalu sebagai bukti adanya pemahaman terhadap Al-Qur’an yang menyimpang.
Ia mengatakan, hari ini mereka membantai orang-orang yang sedang menunaikan shalat Jumat di masjid atas nama Islam.
Di bagian lain pernyataannya, Presiden Iran menjelaskan bahwa al-Quran dan Ahlul Bait as dapat menjadi penjamin kebahagian dunia dan akhirat. Namun, terkadang nikmat-nikmat terbaik Allah Swt ini disalahgunakan.
Rouhani lebih lanjut menilai tujuan Revolusi Islam sebagai bimbingan masyarakat Iran, umat Islam dan semua manusia yang menuntut kebenaran.
Kebanggaan negara Iran dan kehormatan Revolusi dan Pemerintahan Islam, kata Rouhani, adalah berpegang teguh kepada al-Quran dan Ahlul Bait yang suci.
Dibagian akhir acara, dilaksanakan shalat maghrib dan isya secara berjamaah oleh para hadirin dengan di imami oleh Presiden Iran sendiri.